INewsID.Com-Setelah video ceramah mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla viral dan menuai kecaman, pada Sabtu 18 April 2026, pria yang akrab di sapa JK tersebut muncul di hadapan publik menjelaskan sejumlah permasalahan terkait dirinya.
“Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini bisa menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena subuh tadi baru pulang dari Jepang,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta.
Dirinya ingin menjelaskan kepada publik terkait potongan video ceramah yang disampaikan di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) saat bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
“Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya.
JK lantas menayangkan cuplikan video terkait konflik yang pernah terjadi di Maluku dan Poso. Dua konflik tersebut ditayangkan karena menjadi salah satu bahasan ceramah yang sekarang viral di masyarakat.
Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu.
“Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik , belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota,” Ujarnya
Usai memutar video JK kemudian menyampaikan bahwa ceramah yang dia sampaikan di UGM terkait tentang perdamaian, bukan menista agama.
Saya diundang, datang, karena tema nya adalah perdamaian. Jadi, khususnya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.
Namun demikian, potongan video ceramah tersebut kemudian viral pada pertengahan April 2026.
JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya terkait pernyataan mati syahid.


