27.6 C
Jakarta
Minggu, Februari 1, 2026

Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Mundur Dari Ketua Umum PBNU

Must read

INewsID-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Hal tersebut di tegaskan oleh Gus Yahya usai melakukan pertemuan dengan seluruh PWNU se Indonesia di Jawa Timur, (Sabtu/22/11), menanggapai desakan mundur dari Rais Aam PBNU seperti point point yang tertulis dalam Risalah Syuriyah.

“Malam ini saya bertemu dengan PWNU dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah, saya menjelaskan apa yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir ini yang menjadi pembicaraan. PWNU bisa mendapatkan pemahaman utuh tentang semua yang terjadi,” ujarnya

Pertemuan bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Surabaya menyepakati para pimpinan PWNU tidak menginginkan dirinya mundur.

Mereka kata Gus Yahya khawatir saya mundur, karena dulu mereka memilih saya dan mereka akan kecewa kalau saya mundur.

Oleh karena itu saya tegaskan sama sekali tidak terbersit (mundur) karena tidak ada alasan untuk itu.

Dalam pertemuan bersama para Ketua PWNU, Gus Yahya memberikan penjelasan agar para pengurus memperoleh pemahaman utuh dan tidak terpengaruh rumor atau fitnah. Karena NU  bukan cuma milik PBNU apalagi cuma miliknya Yahya Cholil Staquf saja.

PBNU milik semua orang, masing-masing pengurus di semua tingkatan punya tanggung jawab dan wewenang,” Jelasnya

Gus Yahya memandang persoalan yang berkembang berpotensi berdampak nasional sehingga PWNU berhak mengambil langkah maslahat.

Terkait Risalah Syuriyah, Gus Yahya menyebut bahwa dirinya belum menerima dokumen fisik.

Dia meminta publik berhati-hati menanggapi dokumen yang beredar, termasuk memastikan keabsahan tanda tangan digital yang lazim digunakan dalam administrasi organisasi. Dia beralasan jika dokumen resmi tanda tangan digital bisa di pertanggung jawabkan.  Sedangkan tanda tangan manual gampang sekali membuat tanda tangan scan, apalagi jaman seperti ini.

Dirinya memastikan akan menuntaskan amanah hasil Muktamar Ke-34 selama lima tahun, sejak 2021 hingga 2026.

Sementara itu terkait dengan beredarnya risalah rapat Syuriah yang meminta pemberhentian dirinya dari Ketua Umum PBNU, Gus Yahya menekankan bahwa jajaran Syuriyah PBNU tidak memiliki kewenangan memberhentikan ketua umum maupun pejabat struktural lainnya.

“Rapat Harian Syuriyah, menurut AD/ART NU, tidak berwenang memberhentikan ketua umum. Memberhentikan fungsionaris lain saja tidak bisa, apalagi ketua umum. Maka kalau Rapat Harian Syuriyah ini membuat implikasi memberhentikan ketua umum, itu tidak sah,” Terangnya.

Gus Yahya mengatakan dirinya sudah bertemu dengan jajaran syuriyah dan mereka menyesalkan adanya ketidak utuhan informasi di awal.

“Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa diwujudkan pertemuan para kiai-kiai termasuk kiai sepuh supaya ada suara moral yang dapat mendorong ke arah jalan keluar yang maslahat,” Pungkasnya.

Konflik persoalan yang membelit tubuh PBNU bermula dari beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah di media sosial. Surat tersebut memuat keputusan yang meminta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatannya.

Karena dinilai melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah,  mengundang narasumber yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan zionisme internasional saat program Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article