INewsID-Komandan ISF atau International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza Palestina, Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengumumkan penunjukkan Indonesia sebagai wakil komandan ISF dalam rapat perdana Board of Peace di Washington, Amerika Serikat, Kamis (19/2).
Ke depan ISF akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan di Gaza, Palestina, demi kemakmuran masa depan dan perdamaian. ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza, untuk memungkinkan pemerintahan sipil berjalan.
Mayor Jenderal Jeffers mengatakan, Â ISF diberi mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi.
Pasukan ISF bagian dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang di bentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka menjaga Jalur Gaza Palestina imbas agresi brutal yang di lakukan oleh Israel
Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam keteranganya mengatakan, penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF merupakan sebuah penghormatan pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara pengirim pasukan terbanyak.
Selain Indonesia juga sudah ada empat negara lain yang mengumumkan akan mengirim pasukan untuk ISFÂ di Jalur Gaza. Ke empat negara tersebut adalah Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Indonesia sendiri mengonfirmasi akan mengirim pasukan hingga 8 ribu personel atau lebih jika diperlukan untuk bergabung dengan ISFÂ di Gaza.ISF kata Menlu, memiliki satu komandan yang dipegang oleh Amerika dan tiga wakil komandan atau deputy commander.
“Salah satunya deputy commander bidang operasi. Karena pasukan Indonesia yang terbanyak di sana makanya ditunjuk deputy commander operational,” Ujarnya
Kehadiran ribuan pasukan RI dalam ISF di Jalur Gaza bukan untuk melakukan operasi militer dan pelucutan senjata, apalagi demilitarisasi. Akan tetapi menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, dan terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana.


