27.6 C
Jakarta
Minggu, Februari 1, 2026

PWI-LS Surakarta Dan YSJL Karanganyar, Jalin Kerjasama MoU Penguatan Data dan Literasi Sejarah

Must read

INewsID-Kerjasama adalah langkah keniscayaan yang harus di tempuh bagi sebuah organisasi dalam membangun dukungan, baik untuk penguatan internal maupun eksternal. Penguatan tidak hanya sebatas membangun sinergi yang sejalan dengan misi dan visi, akan tetapi melalui kerjasama yang di bangun, sebuah organisasi di harapkan akan tumbuh semakin kuat.

Seperti halnya kerjasama di bidang penguatan data dan literasi sejarah antara Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI-LS) Kota Surakarta dengan Yayasan Sengkelat Jagad Lawu (YSJL), Karanganyar.

Kedua organisasi pelestari budaya dan sejarah yang memiliki misi dan visi menggali, membangun dan melestarikan sejarah dan budaya tersebut, sepakat untuk menjalin kaerjasama di bidang penguatan data dan literasi sejarah.

Hal itu penting dilakukan, sebab saat ini banyak sekali isu pembelokan dan pengaburan sejarah. Bahkan banyak di temukan makam makam palsu yang di tengarai patut di duga di lakukan secara massif oleh sekelompok orang atau individu untuk kepentingan tertentu’ Ujar Ketua Perjuangan Walisongi Indonesia Laskar Sabilillah Kota Surakarta, RT Sudrajat Dwijodipuro.

Kerjasama penguatan data dan litarasi saat ini menjadi sangat penting, sebab sebuah sejarah tidak bisa di lepaskan dari keberadaan data manuskrip dan arkeolog. Sementara itu jika kita melihat sebaran data manuskrip yang ada di Indonesia saat ini relative sangat minim.

Karena sebagian besar data manuskrip tersebut justru lebih banyak tersimpan di negara luar.

Oleh karena itu melalui kerjasama antar lembaga ini di harapkan dapat memperkuat literasi dan data sejarah, tidak hanya untuk kepentingan internal organisasi saja, tetapi juga eksternal, khususnya memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat.

Sejarah berbicara soal data, bukan kata mimpi atau cerita dan katanya.

Kelemahan kita (sebagian masyarakat ) yang kerap menganalogikan sejarah hanya bersumber dari cerita dan katanya, pada akhirnya akan melemahkan intelektual kita mencari sumber data yang jelas.

Apalagi jika sejarah tersebut di bumbu mitos cerita halu dan kurafat, kerap membuat sebagian masyarakat kita terlena. Sehingga tanpa sadar mereka terseret doktrin spiritual yang pada akhirnya membudakan sebagian masyarakat kita pada kelompok kelompok tertentu.

Kesadaran intelektual dan spiritual harus di bangun. Intelektual mendidik kita pada kajian yang sejalan dengan akal nalar dan pembuktian data ilmiah. Sedangan spiritual mengajarkan kita untuk menyaring sebuah kebenaran dan kesalahan melalui hati.

Pikiran dan Indera dapat menipu manusia, tetapi hati manusia tidak akan mengingkari hal yang benar ataupun hal yang salah. Kearifan budaya adalah kasanah Nusantara yang memperluas kesadaran kita tentang betapa pentingnya nilai nilai luhur dalam kearifan tersebut.

Hanya saja setiap kasanah budaya yang ada harus di tempatkan sebagaimana mestinya, sejalan dengan ajaran luhur kehidupan untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Bukan sebagai alat membangun cerita cerita kurafat.

Allah memberikan suatu karomah dan kelebihan kepada umat ciptaan-Nya, namun segala kelebihan tersebut seharusnya berada dalam ruang pribadi yang itu hanya Allah Yang Maha Mengatahui.

Kerjasama penguatan data dan literasi budaya merupakan keniscayaan yang harus di lakukan. Mengingat kondisi bangsa saat ini kian hari kian terpuruk, akibat masifnya pengaburan sejarah. Sehingga  membuat generasi muda kita jauh dari karakter dan jatidiri bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai adi luhung budaya bangsa.

Apalagi Yayasan Sengkelat Jagad Lawu memiliki jaringan data sejarah Nusantara di berbagai negara. Oleh karena itu di harapkan dapat memberikan penguatan literasi khususnya di PWi-LS dan  masyarakat luas pada umumnya.

Senada dengan Ketua PWI LS Kota Surakarta, Ketua Umum Yayasan Sengekelat Jagad Lawu, Moch Alfian Eko Prasetyo juga menyambut baik Kerjasama dua Lembaga pelestari budaya dan sejarah. Meski kedua organisasi memiliki misi dan visi masing masing, namun upaya pelestarian sejarah dan budaya bangsa adalah tugas kita bersama selaku generasi muda.

Atas dasar alasan inilah, maka PWI-LS dan YSJL menjalin Kerjasama dalam lingkup penguatan kelembagaan melalui pertukaran, pengolahan, serta pemanfaatan data sejarah dan kebudayaan guna kepentingan pelestarian, pengembangan, serta perlindungan warisan budaya bangsa.

Saling mendukung secara aktif upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan nasional, selaras dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melaksanakan kolaborasi program edukasi, literasi, kajian, dan diseminasi sejarah serta kebudayaan, baik untuk kebutuhan internal masing-masing organisasi maupun untuk masyarakat luas secara berkelanjutan.

Kerjasama tidak sebatas pada lingkup kajian, riset, diskusi, seminar, dan pertukaran data sejarah-budaya. Program edukasi literasi, dan pengabdian masyarakat. Pelestarian tradisi, budaya, arsip, manuskrip, dan situs sejarah. Namun juga kegiatan kebangsaan dan penguatan wawasan Nusantara, pungkasnya.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article