27.6 C
Jakarta
Minggu, Februari 1, 2026

Ratusan Korban Meninggal Dalam Penggerebekan Narkoba Besar Besaran di Brasil

Must read

INewsID-Penggerebekan narkoba besar-besaran di lakukan oleh apparat keamanan Brasil di dua kawasan padat di Rio de Janeiro  dengan menargetkan kelompok kriminal Comando Vermelho. Rabu (29/10/2025),

Korban tewas pada penggrebekan tersebut mencapai 132 orang, termasuk diantaranya empat anggota polisi. Sebelumnya Pemerintah federal mengaku tidak diberi tahu tentang penggerebekan yang kini menuai kecaman di dalam maupun luar negeri

Penggerebekan narkoba di Brasil dinamai Operation Containment yang dilancarkan pada Selasa (28/10/2025) pagi oleh sekitar 2.500 aparat bersenjata berat, dibantu kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone.

Target sasaran mereka adalah Comando Vermelho atau Red Command, kelompok kriminal tertua dan terkuat di Rio yang kini menguasai sekitar 20 persen wilayah metropolitan di kota tersebut.

Polisi menyerbu dua kompleks favela besar, Alemao dan Penha, yang selama ini menjadi basis utama kelompok tersebut.

Dalam keteranganya, Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Claudio Castro, mengataka,n operasi tersebut sudah disiapkan selama dua bulan, serta hasil penyelidikan mendalam.

“Ini bukan kejahatan biasa, tapi narco-terorisme,” Ujarnya.

Menurut sumber otoritas setempat, tak kurang dari 113 orang ditangkap, termasuk 10 remaja, dan 91 senapan laras panjang disita. Polisi juga menemukan sejumlah besar narkoba, meski tanpa rincian jenis atau beratnya.

Kantor pembela public mencatat terdapat ratusan korban jiwa dalam operasi penggerebekan tersebut.  Beberapa jam setelah operasi, puluhan jenazah dibawa warga ke sebuah lapangan di kawasan Penha sebagai bentuk protes atas kekerasan tersebut.

“Pekerjaan forensik masih berlangsung. Angka resmi yang saya terima adalah 58, tapi itu pasti akan berubah,” ujar Gubernur Rio De Jeinero menanggapi hasil catatan dari kantor pembela publik

Lebih jauh di katakan, pertempuran terjadi di area hutan, bukan di permukiman padat penduduk.

Akan tetapi sejumlah penduduk menuduh polisi melakukan eksekusi di tempat, dan kantor kejaksaan federal meminta Castro menjelaskan detail operasi untuk menentukan apakah aparat bertindak sesuai hukum.

Pemerintah federal Brasil mengaku tidak dilibatkan dalam perencanaan operasi ini.

Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski menegaskan bahwa operasi itu dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah pusat. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva disebut  kaget saat mendengar jumlah korban sangat besar.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB juga  menyatakan ngeri atas operasi tersebut. Ia mendesak untuk dilakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran oleh aparat keamanan Brasil.

 

ViaRed
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article