INewsID-Dalam sebuah tayangan di kanal youtube TV, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan alasan Presiden Prabowo melakukan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Pesantren kata Gibran adalah tentang kekuatan besar yang berakar di tengah masyarakat. Saat ini ujar dia, ada lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di dalamnya.
Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan,” ujarnya
Selama ini pesantren telah melahirkan banyak tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama-ulama besar, para pemimpin umat dan entrepreneur sejati penggerak ekonomi masyarakat.
Pesantren adalah warisan peradaban di mana ilmu dan akhlak bersatu. Dari pesantren, santri bisa mendapat bekal ilmu agama dan ilmu praktis kemandirian ekonomi seperti di sektor pertanian, peternakan, konveksi dan beragam industri halal.
Pesantren juga memiliki kemampuan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar internasional.
Di tengah kemajuan teknologi yang makin masif seperti sekarang  ini, pemerintah ingin pesantren mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi. Baik di bidang pertanian modern, peternakan modern, robotik, blockchain, dan AI.
Santri harus mampu menjadi pencipta peluang, menjadi pelopor inovasi menciptakan Solusi dan menjadi bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri para santri.
Akan tetapi kendati demikian Wapres  Gibran juga mengungkapkan masih adanya banyak hal yang harus diperbaiki bersama.
Mulai dari tata kelola pondok pesantren, aksesibilitas terhadap teknologi dan pelatihan, aksesibilitas hingga pada permodalan. Untuk itu di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah ingin menjadikan pesantren sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
“Itulah sebabnya Bapak Presiden  membentuk Direktorat Jenderal Pesantren untuk meningkatkan tata kelola layanan pendidikan di pesantren, menginventarisir permasalahan dan mencarikan alternatif solusi terhadap kendala yang dihadapi pesantren, serta mendorong transformasi pesantren menjadi pendorong inovasi dan ekonomi lokal,” Ucapnya


