PendidikanKetua Yayasan UNDHA AUB Ingatkan Pesan Sang Pejuang Dan...

Ketua Yayasan UNDHA AUB Ingatkan Pesan Sang Pejuang Dan Pendiri AUB

-

- Advertisment -spot_img

INewsID.Com-Sejak di dirikan pertama kali pada tanggal 17 Februari 1969 oleh Yayasan Dharma Pancasila, AUB Surakarta ( Sekarang Universitas Dharma AUB Surakarta) telah mengalami pasang surut dalam perannya turut serta mencerdaskan bangsa.

Pada masa keemasanya, AUB Surakarta pernah menduduki peringkat sepuluh akademi terbaik di seluruh Indonesia. Dari yang semula statusnya terdaftar, selanjutnya  di akui kemudian di samakan berdasarkan SK Mendikbud RI pada tanggal 9 Maret 1984.

Seiring dengan berjalanya waktu, pembinaan AUB Surakarta dari Yayasan Dharma Pancasila (YDP) kemudian di serahkan kepada Yayasan karya Dharma Pancasila (YKDP) sebagai anak dari YDP.

AUB Surakarta di dirikan oleh MA Tukidjo Martoatmodjo bersama para tokoh tokoh yang lain. Selama berkiprah menggawangi Yayasan Dharma Pancasila, Tukdjo Martoatmojo tidak hanya meletakan pendidikan perguruan tinggi pada dasar nilai nilai kabangsaan dan perjuangan, akan tetapi juga memberikan sesanti suci untuk keluarga besar Yayasan Dharma Pancasila.

‘Sehingga sebagai bapak YDP Tukidjo Martoatmodjo berharap, sesanti suci dapat menjadi pedoman bagi para pengurus beserta seluruh civitas akademik yang ada’, Kata Dr. Anggoro Panji Nugroho, M.M, cucu sekaligus penerus Tukidjo Martoatmodjo

Sesanti Suci tersebut yakni,  SEPI ING PAMRIH, RAME ING GAWE, MEMAYU HAYUNING BAWANA. Sepi artinya sunyi tidak ramai. Sunyi dalam hal ini tidak memiliki pamrih dalam beramal soleh dan kebaikan. Bekerja bakti sebesar besarnya untuk menyelamatkan dan mensejahterakan alam raya.  Bekerja tulus ihklas mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan terus berusaha bermanfaat untuk sesama

Sesanti suci ini bukan sebuah gagasan baru tetapi sudah ada sejak nenek moyang kita dulu. Bahkan sudah menjadi pedoman hidup ( falsafah hidup) masyarakat Nusantara yang selalu mengutamakan kekayaan ruhani daripada nafsu jasmani.

HENING, HENENG, HANUNG. Heneng artinya tenang, berdiam diri dalam ketenangan. Hening artinya bersih, suci , wening. Hanung artinya menjadi orang yang memiliki kelebihan secara ruhani. Memiliki kemampuan spiritual jasmani maupun ruhani, sehingga menjadi orang pinunjul.

Filsafat tersebut bagi Tukidjo Martoatmodjo juga bukan merupakan barang baru, seperti halnya sepi ing pamrih rame ing gawe, memayu hayuning bawana.

Hening, heneng, hanung merupakan falsafah gamelan sekaten dari Sultan Agung Hanyokrokusuma di Mataram yang di gali oleh Ki Hajar Dewantara, serta sudah menjadi ajaran di Taman Siswa yang berbunyi , nang ning, nung, nang.

Maksud dari falsafah tersebut adalah, setiap orang yang memiliki cita cita luhur hendaknya setiap malam menyisihkan waktu sejenak untuk Heneng dalam ketenangan batin dan pikiran, berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena dengan demikian Tuhan akan membersihkan hati manusia dari nafsu, noda dan dosa. Kemudian hanung atau dumunung yang artinya, Tuhan akan memberikan kelebihan kepada umatnya. Kemampuan ruhani yang akan membuat manusia memiliki ketajaman bathin dari penyatuan cipta, rasa dan karsa dari sikap heneng.

Dumunung artinya mengetahui tempatnya. Manusia yang mengetahui diri pribadinya akan menjadi orang ‘ WIKAN PRiBADI, WISESA PRIBADI’, mampu memenangkan pertarungan pribadi, mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam dirinya.

Orang yang mempraktekan falsafah tersebut, di dunia akan di bimbing, di lindungi dan di tolong oleh Tuhan, sedangkan saat berada di akherat kelak ia akan di kumpulkan bersama para ahli surga.

Jika falsafat tersebut di jalankan dengan baik utamanya dalam menggelola yayasan, maka tujuan visi dan misi para pendiri akan dapat di raih dan di pertahankan. Muluk Kondang Kusumaning Bawana, menjadi bunga harapan bagi seluruh jagatraya.

Rangkuman dari pesan yang di sampaikan olek bapak YDP kata Anggoro, hendaklah semua yang ada dalam keluarga besar Yayasan Dharma Pancasila mau belajar dari sekolah kehidupan.

Mengambil hikmah Pelajaran dari pengalaman kita hidup dan sejarah. Sebab dengan belajar pada sejarah akan menjadikan kita lebih bijaksana sebelum kejadian. Mau melakukan perbaikan diri dan mengolah pendidikan diri pribadi.

Seperti halnya pepatah RA Kartini, habis gelap terbitlah terang. Bahwa sebelum orang tua mendidik lebih dulu harus berani mendidik diri pribadi. Sebelum memimpin orang lain pimpinlah dirimu sendiri, seperti halnya kutipan dalam serat Wedhatama karya Mangkunegara IV yang berbunyi ’ Mingkar mingkure angkara, akarana karna mardisiwi’  Bahwa hendak mendidik putra putri, lebih dulu harus meninggalakn nafsu yang bersifat angkara.

Manusia harus mempribadikan diri, memanusiakan diri dan menyempurnakan diri. Berusaha memaksimalkan diri agar hidup penuh jasa bakti, berguna untuk diri sendiri, keluarga, Masyarakat , bangsa, negara, dunia, maupun  Tuhan Yang Maha Esa. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan kulitnya, manusia mati meninggalkan jasa bakti gunanya.

Berusahalah selalu untuk berbekal iman dan taqwa. Ilmu tehnologi dan ketrampilan, ahklak mulia dan amal soleh agar sukses dunia akherat. Jangan melik gendong lali, terlalu mengejar duniawi hingga lupa pada akherat.

Berusahalah menjaga keseimbangan, keselarasan dan keharmonisan. Berusahalah terus untuk mengingat luhur budi pekerti utama dengan cara hidup yang sebaik baiknya. Hilangkan diri dari watak tercela yang mencelakakan dunia akherat.

Jangan sampai ‘Gering Eling Mukti Lali’ saat kena musibah banyak berdoa, tetapi saat di berikan banyak nikmat lupa pada Tuhan Sang Pemberi Nikmat Berkah dan Rahmat.  Jangan Adigang, Adigung Adiguna, mengandalkan ketrampilan, kekuasaan dan kepandaian.

Ojo Dumeh atau jangan merasa bisa,  sebab manusia yang merasa bisa sejatinya ia akan jatuh.  Bertenggangrasalah atau tepa salira, tepa palupi dan tepa tulada.

Berusahalah semaksimal mungkin menjadi manusia yang terbaik dengan mengajak kabajikan dan menjauhi kemungkaran. Kerjakanlah semua dengan kemampuanmu, sebab segala pekerjaan yang di lakukan dengan setengah setengah maka a tidak akan berbuah baik.

Di akhir pesan dari Tukijo Martoatmodjo, hayati dan amalkanlah nasehat atau pesan dari pendiri, jagalah persatuan dan kegotong royongan, jangan sampai terpecah belah. Sebab hanya dengan persatuan barang yang kecil akan menjadi besar dan berkembang maju.

Kepada para lulusan UNDHA AUB Surakarta, Anggoro berpesan agar mengamalkan ilmu yang di peroleh dari kampus untuk kebaikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Memegang teguh pesan pendiri AUB yakni sepi ing pamrih, rame ing gawe dan memayu hayuning buwana. Menjaga nama baik almamater seperti halnya menjaga kehormatan diri sendiri.

 

SourceTok

Latest news

Turnamen Bola Voli Cup#4 – 2026 Univet Bantara Sukoharjo

INewsID.Com-Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Turnamen Bola Voli Univet Cup#4 2026 yang di selenggarakan di lapangan...

2026, Indonesia Masih Dihadapkan pada Tantangan IT dan Keamanan Siber

INewsID.Com-Selama 2025, transformasi digital di Indonesia sudah berada pada tahap yang berbeda. Tantangannya bukan lagi soal skala atau adopsi,...

Haul Surakarta Ke 2, Ketua PWI LS Surakarta Pesankan Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah

INewsID.Com-Peringatan bukan sekedar untuk mengenang jasa baik yang sudah di tinggalkan, akan tetapi lebih dari itu, peringatan juga salah...

Ketua Umum FBM Kembali Suarakan Pembangunan Patung Pahlawan Nasional, PB X

INewsID.Com-Sebagai Kota Budaya, Sejarah dan Pariwisata, Solo memiliki banyak destinasi wisata unggulan, salah satunya yakni Keraton Mataram Islam Kasunanan...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Milad Ke 57th UNDHA AUB Surakarta

Pada milad ke 57 th yang di selenggarakan secara sederhana di Kantor Yayasan Undha AUB Surakarta, Ketua Yayasan Undha...

Akademisi UNDHA AUB Ingatkan Pemerintah Tidak Salah Rekrutmen Pegawai Di KDMP

INewsID.Com-Memasuki semester gasal tahun akademik genap 2025/2026, Universitas Dharma AUB Surakarta (Undha AUB) Kembali meluluskan ratusan mahasiswa dari sejumlah...

Must read

Turnamen Bola Voli Cup#4 – 2026 Univet Bantara Sukoharjo

INewsID.Com-Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Turnamen...

2026, Indonesia Masih Dihadapkan pada Tantangan IT dan Keamanan Siber

INewsID.Com-Selama 2025, transformasi digital di Indonesia sudah berada pada...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you