INewsID.Com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan perihal kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Ia mengaku harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.
Pemerintah kata Bahlil mengatur BBM bersubsidi, sedangkan yang untuk industri di atur sesuai dengan peraturan Menteri ESDM tahun 2022 yaitu mengikuti harga pasar.
BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan ditujukan untuk orang-orang yang mampu. Sedangkan untuk harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.
Sementara itu Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut mengacu pada keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, sedangkan Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap tidak ada perubahan harga, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat terjaga.
Pertamina sebut Baron, akan terus memonitor dinamika harga minyak dunia dengan berkoordinasi pada pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi dalam keadaan aman.
Sementara itu dari laman resmi Pertamina, per Sabtu (18/4/2026), harga Pertamax Turbo di Jawa naik menjadi Rp19.400 per liter, melonjak dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900, dari sebelumnya Rp14.500 per liter.
Dexlite kini dijual Rp23.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.
Adapun harga BBM jenis Pertamax masih stabil di angka Rp12.300 per liter, begitu juga Pertamax Green Rp12.900 per liter.
Sedangkan BBM penugasan dan subsidi tetap tidak mengalami perubahan harga.


