INewsID.Com-Ketua Forum Budaya Mataram, Dr.BRM Kusumo Putro, S.H,.MH, mendesak kepada Pemerintah Kota Surakarta untuk membangun ruang sarana dan prasarana infastruktur Gedung Kesenian yang saat ini sangat di butuhkan oleh masyarakat untuk pengembangan seni budaya di Kota Surakarta.
Gedung Kesenian tersebut kata Kusumo sangat di perlukan, mengingat Solo sebagai Kota Budaya tentu harus memiliki tempat untuk mengembangkan kreatifitas seni yang ada di tengah masyarakat. Apalagi saat ini banyak seniman dari berbagai aliran seni terkendala potensi mereka akibat  keterbatasan sarana dan prasarana.
Oleh sebab itu desakan Pembangunan Gedung Kesenian ini bukan hanya atas dasar aspirasi masyarakat, tetapi juga akan menjadi cermin Solo sebagai Kota Budaya.
“ Sangat ironi jika sebutan Solo sebagai kota budaya tetapi tidak memiliki gedung kesenian’ Ujarnya
Sebagai pemangku kepala pemerintahan di daerah, Walikota Solo dalam hal ini harus menyadari dan memahami sejarah kultur masyarakat Kota Solo yang tak bisa di lepaskan dari aktifitas kebudayaan. Sehingga untuk mengembangkan dan menjaga kreatifitas seni budaya tersebut di perlukan sarana dan prasarana penunjangnya.
Apalagi di tengah krisis identitas bangsa seperti sekarang ini, budaya baik seni dan kearifan harus di bangun dan dijaga keberlangsunganya, agar para generasi muda tetap memiliki karakter jatidiri sebagai generasi yang berbudi pekerti luhur.
Andaikan pembangunan Gedung kesenian tersebut terealisasi, Pemerintah nantinya tidak boleh hanya memikirkan orientasi keuntungan, sebab sarana dan prasarana di bangun dari hasil pajak keringat rakyat yang harus di kembalikan lagi untuk kepentingan rakyat, bukan itung itungan untung rugi.
Itu penting di tegaskan agar para pejabat memahami betapa beratnya beban rakyat menanggung pajak, sehingga rakyat juga menuntut aspirasi mereka terealisasi.
Menilik Sejarah Solo sebagai Kota Budaya, Â tentu tak bisa di lepaskan dari sejarah panjang peradaban yang berakar pada budaya jawa di Nusantara.
Akar budaya tersebut di perkuat dengan adanya dua pewaris dinasti Mataram Islam yaitu, Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran yang sampai saat ini masih Lestari di Kota Surakarta.
Selama berabad abad peradaban budaya yang ada di Kota Solo berkembang dari jaman ke jaman tidak hanya adat dan tradisi, tetapi juga mengalami metamorphosis seni kreasi tidak hanya melalui dunia pendidikan, tetapi juga sanggar dan kelompok kelompok komunitas seni budaya yang ada di tengah masyarakat.
Oleh karena itu untuk menjaga dan mendorong upaya pengembangan dan pelestarian tersebut, maka di butuhkan sarana dan prasarana penunjangnya.
Gedung kesenian sebut Ketua FBM bukan sekedar fasilitas fisik, melainkan ruang hidup bagi kebudayaan itu sendiri di dalam  melahirkan ide dan gagasan, sekaligus laboratorium bidang seni budaya untuk di uji dan di kembangkan.
Penyedian ruang kesenian juga akan mendorong lahirnya kreatifitas masyarakat bagi kepentingan seni pertunjukan tanpa meninggalkan ciri asli budayanya. Ruang hidup kesenian juga akan menumbuhkan penciptaan lapangan kerja bagi para seniman dan para pelaku wirausaha UMKM.
Pembangunan Gedung Kesenian di harapkan mampu mendorong pendapatan asli daerah melalui berbagai event pementasan seni budaya kelas nasional maupun internasional.


