Senin, April 20, 2026
BerandaBudayaPB XIV Purbaya Gelar Hajad Dalem Labuhan Di Pantai Selatan

PB XIV Purbaya Gelar Hajad Dalem Labuhan Di Pantai Selatan

INewsID.Com-Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melaksanakan Upacara Adat Labuhan Ubo-rampé Adang Tahun DAL 1959 pada Minggu Legi (19/4/2026) dengan penuh khidmat. Prosesi ini merupakan bagian penting dari rangkaian Adang Tahun Dal yang dilaksanakan setiap delapan tahun sekali dalam penanggalan Jawa, sekaligus menjadi bentuk nyata pelestarian adat dan tradisi leluhur Karaton.

Kegiatan diawali dengan wilujengan di Kagungan Dalem Sasono Parasedyo Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam suasana sakral, doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemuliaan, serta kelestarian Karaton. Selanjutnya, rombongan abdi dalem dan sentono dalem bergerak menuju Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi pelaksanaan labuhan.

Upacara Labuhan Ubo-rampé Adang ini tidak hanya menjadi simbol spiritual penyatuan antara manusia dan alam, tetapi juga memiliki makna historis sebagai kelanjutan dari amanat leluhur Karaton. Pada pelaksanaan hajad dalem kali ini, SISKS Pakoe Boewono XIV melanjutkan rangkaian upacara adat dari Sawarga SISKS Pakoe Boewono XIII yang harus dituntaskan. Dalam tatanan adat Karaton, setelah prosesi Adang dilaksanakan pada bulan Mulud Tahun Dal, maka Ubo-rampé Adang wajib dilabuh melalui upacara larungan di Pantai Parangkusumo sebagai penutup rangkaian ritual.

Adapun ubo-rampé yang dilabuh berupa perlengkapan adang bethak, seperti pawon adang, kipas, dan berbagai peralatan lainnya yang sebelumnya berada di Kagungan Dalem Pawon Gondorasan. Prosesi labuhan dipimpin oleh KGPH. Adipati Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Karaton, diikuti sentono dalem, ulama Karaton, serta ratusan abdi dalem yang membawa sesaji untuk dilarung ke laut.

Sebelum pelarungan dilakukan, doa bersama dipanjatkan oleh Bupati Esti KMTM Ana Muji Rahayuningtyas, memohon keselamatan dan kemuliaan bagi SISKS Pakoe Boewono XIV, GKR Ageng, sentono dalem, serta seluruh abdi dalem. Doa juga ditujukan bagi keutuhan, kerukunan, dan kelestarian Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan silat seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKSPI Kera Sakti, Pagar Nusa, dan PSHW-TM yang turut berperan dalam pengamanan dan kelancaran kegiatan.

Juru Bicara Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa pelaksanaan Labuhan Ubo-rampé Adang Tahun DAL 1959 merupakan bentuk komitmen kuat Sinuwun dalam menjaga kesinambungan adat dan tradisi Karaton.

“Sinuwun Pakubuwono XIV menjalankan amanat leluhur dengan penuh tanggung jawab. Rangkaian adat ini merupakan warisan dari Sawarga Pakubuwono XIII yang harus diselesaikan sesuai paugeran Karaton. Ini menjadi bukti bahwa Sinuwun sangat berkomitmen dalam melestarikan dan menjaga adat serta tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat,” ujar KPA Singonagoro.

Dengan terselenggaranya upacara ini, Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menegaskan eksistensinya sebagai penjaga nilai-nilai budaya adiluhung Jawa, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.

SourceRED
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments