INewsID.Com-Memasuki semester gasal tahun akademik genap 2025/2026, Universitas Dharma AUB Surakarta (Undha AUB) Kembali meluluskan ratusan mahasiswa dari sejumlah program studi Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kelulusan tersebut bukan hanya bukti keberhasilan Universitas Dharma AUB Surakarta di dalam mengemban visi misi turut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, namun juga melahirkan para agen perubahan kompeten di dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
Oleh karena itu dalam pesan-nya, Drs Nurbiyantoro selaku akademisi Undha AUB Surakarta mengatakan bahwa perguruan tinggi bukan menara gading dan hidup sendiri dari lingkungan setempat.
Oleh karena itu harapan universitas kepada para mahasiswa setelah mereka lulus dapat mendarmabaktikan untuk dirinya sendiri, orang tua maupun pada lingkungan. Dalam bidang pekerjaan mereka bisa ikut pemerintah, swasta atau berwirausaha.
Namun demikian untuk bisa bekerja sendiri ataupun dengan orang lain itu harus ada nuansa, harus ada spectrum. Nuansa ini baik langsung maupun tidak langsung pemerintah turut andil di dalamnya di dalam membuat percepatan dan suasana di mana orang bisa punya kesempatan untuk bekerja.
Pemerintah harus memikirkan atau membuat kebijakan, khususnya para generasi muda lulusan perguruan tinggi agar mereka bisa langsung bekerja mendharmabaktikan ilmunya untuk masyarakat.
Entah itu di pemerintahan, pegawa negeri maupun swasta, jelasnya.
Kalau Pemerintah tidak memikirkan atau membuat kebijakan untuk bekerja, mereka juga susah. Karena pemilik modal itu hanya sebagian tertentu di Indonesia> Sementara jika tidak ada regulasi yang konsisten juga susah.
Semisal kebijakan ekstensifikasi intensifikasi program pertanian menuju ketahanan pangan.
Mestinya pemberdayaan sarjana pertanian di Indonesia harus di optimalkan di libatkan. Sehingga keilmuan yang mereka miliki dapat di kembangkan pada satu produk pertanian.
Karena proses produk pertanian itu kan memerlukan teknologi, manajemen serta berbagai kaitan dengan lingkungan. Kalau lulusan dari Fakultas Pertanian khususnya atau yang lain tidak dilibatkan, maka akan terjadi penumpukan.
Kedua saya setuju dengan adanya ide Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan membangun sekitar 80rb KDMP di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sebab lapangan kerja yang di ciptakan dari program tersebut akan bisa merekrut ratusan ribu sarjana.
Hitung hitunganya jika satu KDMP merekrut dua orang sarjana, maka akan ada 160rb sarjana yang bisa di rekrut untuk bekerja, dan itu harus professional sesuai dengan bidang kompetensinya.
Oleh sebab itu Drs, Nurbiyantoro mengingatkan agar Pemerintah tidak salah rekrutmen pegawai di KDMP. Di khawatirkan jika salah rekrutmen maka program unggulan tersebut tidak akan berhasil.
Sebagai akademisi, dirinya sangat mendukung sekaligus mengingatkan dan mengkritisi pemerintah dalam mengimplementasikan seluruh program dan gagasan Presiden demi kemajuan bangsa Indonesia.
Karena impact dari keberhasilan program tersebut akan berdampak langsung pada seluruh rakyat Indonesia.
Begitu juga sebaliknya, jika program gagal maka rakyat yang akan di rugikan.

